Sabtu, 20 Maret 2010

Ketika cinta saja tak cukup


Hari ini cinta memang sedang digemari, buktinya sudah berapa banyak buku tentang cinta yang menjadi best seller ? sudah berapa pula film cinta yang sukses di bioskop ? cinta memang dahsyat, tapi untuk yang terakhir ini kita haus hati - hati.
Cinta bisa saja membutakan mata lahir kita, dan apapun bisa terjadi karena cinta, tapi bagi saya dalam menjalani sebuah hubungan apapun cinta tidaklah cukup.
Mungkin tak salah jika ada yang menyalahkan cinta sebagai biang dari kematian seorang, atau mengatas namakan cinta untuk menghabisi nyawa seseorang.....oleh sebab itu cinta tidaklah cukup untuk menjalani sebuah hubungan.
Lalu apa yang haus menyertainya ?
Cinta agar tak buta membutuhkan cahaya. membutuhkan mata, dan cinta yang dahsyat harus memiliki bendungan agar tak meluap merusak ke asrian jiwa......cinta membutuhkan bimbingan, cinta membutuhkan aturan....tapi bukan aturan dari manusia...bukan !! yang saya maksudkan dengan aturan adalah al qur'an dan as sunnah.
Oleh sebab itu, bagi kalian yang tak memahami apa yang di inginkan Allah dan Rasul Nya, jangan gegabah menamakan suatu hubungan engan nama cinta....karena tak ada yang namanya cinta jika berakhir di neraka....na'udzu billah.

Tantangan internal untuk partai keadilan sejahtera

Kita telah disuguhkan pemandangan yang menakjubkan tentang eksistensi partai islam, khususnya apa yang telah dilakukan PKS kemarin.
PKS selama ini memang telah dikenal sebagai partai yang memiliki kader begitu royal dan militan, tak dapat dipungkiri lagi sebagai partai yang masih tergolong baru PKS menjadi partai yang selalu menjadi perhitungan partai - partai pendahulunya.
Namun harus menjadi catatan bagi kita bahwa di dalam sejarahnya partai islam biasanya akan mengalami disorientasi ditengah pergulatan politiknya, asas yang semula islam bisa saja berubah sesuai kepentingan politik saat itu. Satu hal, mengapa asas begitu penting untuk dibahas.....karena asas adalah pondasi yang membangun kualitas kadernya, jika pada asasnya saja sudah bermasalah, bagaimana dengan kerangka berpikir kadernya? kemana pemikirannya itu akan disandarkan ?
Melihat besarnya jamaah ini saya teringat kisah uhud dan hunain....semoga besarnya kualitas tidak kemudian menjadikan kita sombong dan melupakan niat awal kita sebagai jamaah amar ma'ruf nahi munkar......
Tunaikan amanah mu.......
Jangan hentikan langkahmu
....

Hidup yang membosankan atau bosan hidup ?

Ada saatnya kita meraskan hidup begitu positif, bertabur optimis....namun ada pula saat kita merasakan hidup adalah pesakitan tek nerujung, penuh dengan pesimistis...padahal tak penting seperti apa hidup dimata kita, karena yang terpenting adalah bagaimana kita menghadapinya.
Merugilah mereka yang menghadapi hidup ini dengan tangan di atas, menyerah pada apa yang menerpanya, menganggap bahwa ia tak memiliki apapun selain pasrah, padahal banyak manusia yang menghadapi hidup ini dengan senjata tepanggnul di tangannya...menghadapinya dengan penuh keberanian tak peduli berapa penganggu yang akan ia singkirkan, karena pasrah baginya berada pada fase lain dari perlawanan......mereka tahu kapan harus pasrah dan kapan harus berteriak lantang mengorbankan semangat perlawanan...maka matinya pun berbeda dengan mereka yang mati sebab putus asa..
Hidup adalah kenyataan yang bertabur ribuan rasa....jadi sebenarnya hidup tak pernah membosankan hanya kita saja yang terkadang bosan untuk hidup....jika perasaan ini muncul lebuh baik kita pejamkan mata sejenak lihat sudah berapa umur yang kita lewati sampai saat ini, renungkan kembali tujuan dan cita - cita.....barangkali kita merasakan bosan karena memang tak tahu mau kemana kita berjalan.

Karena hidup tak seperti yang dibayangkan 1


For my wife....Pertama, ketika ijab qabul terucapkan dalam heningnya lamunan manusia jantungku berdetak, " hari ini ku abdikan diriku untuk mengemban amanah berat yang harus ku pikul, yang akan harus ku bawa pada satu idealisme, satu mimpiku dulu yang pernah ku ucapkan, menjadikan keluarga ini sakinah mawaddah wa rahmah, berdiri diatas sunnah" hatiku berujar...... kemudian lidah ringan berucap janji, satu ikatan telah kita awali dengan bismillah.
Ingatkah kau, sayang....saat ku hadiahkan sebuah kamar kecil yang ku sewa untuk kehangatan malam - malam kita ? malam itu kita masih bisa tertawa meskipun kita tahu bahwa bekal yang ada di kantong kita saat itu hanya mampu untuk bertahan selama satu minggu saja....tapi indahnya malam itu membuat lapar kita sirna... shalat 2 rakaat sebagai satu langkah awal bahwa kita sekarang sedang mengarungi samudra kehidupan berdua.....
Keesokannya matahari terbit menyapa hari, tetes air wudhu subuh, serta lantunan kalam ilahi menggema dalam sanubari, namun satu hal dalam pikirku, " aku harus menjadi burung yang terbang menjemput rezki ilahi, meskipun ku tahu sayapku masih begitu lemah untuk menghadang terpaan angin ", dan akhirnya kau tersenyum, mencium tanganku dengan tulus seakan berkata " berjuanglah dalam letih dan basah peluhmu, aku akan menjaga dan menunggu sampai kau kembali kepelukanku " bisikan kata lembut itu menggetarkan relung hatiku....membangkitkan semangat dalam diri, akupun lalu beranjak, dengan lembaran - lembaran bukti keja kerasku di kampus dulu kuberharap ada yang menerimaku sebagai guru.....
Sehari tak ada hasil, namun api dapur alhamdulillah masih bisa mengepul....dengan telitinya kau atur bekal kita agar jangan sampai perut ini mengaduh karena kesakitannya.....disaat itu aku merenung pergi jauh ke masa lalu saat mimpi - mimpi tentang sebuah keluaga yang akan ku bina tertata rapi di benak, seakan tak akan ada yang mustahil, tapi saat ini ku bertanya tidakkah aku terlalu naif ? memaksamu menerima segala kelemahanku ini?
Dalam pelukanmu ku berkata " kita tak memiliki apa - apa untuk sebuah keluarga, akupun belum sempat membuatmu bahagia........" namun belum sempat ku berkata kau menyela, sekilas kulihat matamu yang berkaca - kaca memandang lalu bibirmu menyimpulkan senyum " biarlah semua apa adanya " katamu " tak ada yang kucari di dunia ini selain keridhoan tuhanku, jika seandainya Allah mentakdirkan aku mati kelaparan bersamamu ku yakin itu yang terbaik untukku dari tuhanku " tak tega aku mendengar kata itu, kugapai tubuhmu, kurangkul erat dan ku katakan padamu " sayang, tak akan pernah aku membiarkan dirimu mati sebab diriku, karena ku yakin Allah menepati janji Nya untuk kita, bahwa Dia yang akan mencukupi kita " dan malam itu air mata kita menetes dalam munajat panjang kekhusyuan, mengharap bantuannya dan mengharap cinta kita akan diridhoiNya............

Jumat, 19 Maret 2010

Poligami; setuju bukan berarti mau

Poligami adalah salah satu tema yang sampai saat ini tak penah habis dibahas...ada banyak yang pro ada banyak pula yang kontra, bahkan sempat keluar pernyataan bahwa ayat al - qur'an tentang poligami segera dihapuskan....bagi mereka yang selalu curiga tentang kebenaran teks al - quran mungkin menganggap ini sangat tepat untuk dilakukan tapi bagi mereka yang selalu percaya bahwa Allah tak mungkin lupa, dan tidaklah bodoh sehingga harus di ajari mana yang baik dan mana yang benar ( na'udzu billahi min dzalik ) akan memiliki perspektif yang berbeda.
Tapi jangan pula sampai kebablasan untuk ngotot berpoligami bahkan menuduh istri yang tak mau dipoligami sebagai bid'ah, tak mengerti sunnah, atau bahkan tak mencintai Rasulullah, karena masalahnya tak seremeh itu.

Bagi saya legalitas poligami yang tercantum pada al qur'an adalah sebuah rahasia yang pasti ada hikmahnya, kita tak pernah tahu barangkali poligami akan menjadi solusi yang tepat bagi masalah sosial beberapa tahun kedepan..wallahu a'lam, intinya, jangan sampai ayat ini tidak di imani bahkan berusaha untuk dihapuskan.

Satu catatan lagi, poligami harus dilihat mashlahatnya dalam konteks keluarga dan budaya. Konteks keluarga yang saya maksud adalah bagaimana sang suami melihat poligami bukan hanya sebagai ajang pemuas birahi yang tak akan pernah kenyang, karena sesungguhnya disinilah letak sunnah nabi tersebut, sebab Poligami yang dijalani Nabi bukan untuk pemuas nafsu melainkan memiliki beragam alasan yang melatar belakanginya....kemudian konteks budaya, saya maksudkan adalah sang suami hendaknya melihat bahwa pembolehan menikahi 4 wanita dalam syri'at itu berkenaan dengan budaya arab kala itu yang memang poligami ( bahkan lebih dari 4 ) bukan suatu hal yang baru, dan al qur'an ingin menata masyarakat islami yang dipimpin Rasulullah tersebut agar hak - hak istri bisa di penuhi......bayangkan bagaimana nabi daud memiliki istri hampir 100 ( kalu tidak salah, belum terhitung budak beliau ). Oleh sebab itu kita tak boleh sinis, karena kita melihat fenomena ini dengan nilai yang baru....dan kita juga tak boleh serakah sebab segala sesuatu harus dipertanggung jawabkan dihadapan sang Penguasa.
Menikah adalah amanah, jika lalai bisa saja itu akan menyeret kita ke dalam neraka.
Bagi mereka yang berpoligami, hak - hak istri harus benar - benar dipenuhi jangan samapi timpang, sedangkan bagi mereka yang baru ingin berpoligami harus berpikir seribu kali untuk mengambil keputusan, apakah semua itu hanya akan memanjakan nafsu kita saja atau beroleh mashlahat yang lebih besar bagi keluarga......dan satu lagi, bagi mereka yang belum menikah jangan sampai bepikir untuk poligami karena itu hanya akan menjauhkan anda dari calon yang mungkin awalnya telah mantap, tapi karena anda berniat poligami mungkin ia akan berpikir bahwa anda adalah laki - laki tamak yang hanya mengejar nafsu dunia saja...wallahu a'lam bish showaab.....

Kamis, 18 Maret 2010

Masalah persamaan genre

Kata orang persamaan genre adalah modern, dan kata yang lain saatnya wanita lepas dari stereotype lama yang identik dengan dapur dan kamar......terserahlah mau bilang apa, tapi yang menjadi pemasalahan saat ini adalah bagaimana memandang pesamaan genre bukan hanya sekedar lepas dari " kungkungan " suami, tapi mampu juga menjadi semangat bagi wanita untuk lepas dari eksploitasi pria yang menjadikan wanita sebagai komoditi pasar yang laris.

Prostitusi adalah contoh nyata tentang penjualan harga diri dan kehormatan, belum lagi iklan yang selalu ingin mengarahkan wanita menjadi " sesuatu " yang harus tampak kepermukaan dengan penampilan yang secantik - cantiknya, kemudian menampilkan sosok wanita yang putih, tinggi, cantik, dengan pakaian terbuka seakan itulah wanita yang di didamkan para pria. Semua itu dilakukan hanya supaya barang - barang kosmetik mereka laku terjual, tapi bukankah jika wanita keluar rumah dengan penampilan seperti itu berarti telah menjadikan dirinya komoditi gratis untuk dilihat ribuan pria yang dilewatinya?

Lagi - lagi ketika di ingatkan mereka beralasan bahwa ini adalah mode.....sampai kapan kita harus tunduk pada mode yang tak pernah jelas siapa yang berhak menentukannya ?

Sekali lagi, wanita dalam semangat genre bukan berarti harus berontak terhadap kuasa laki - laki, tapi lebih pada kebijakan dan pendewasaan diri dalam memahami hakikat diri....jika memang suatu saat sang istri dituntut untuk bekerja keluar rumah maka anda harus mengetahui konsekuensinya atau akibat yang akan ditimbulkan dalam keluarga, baik positif maupun negatif, sehingga wanita memiliki kedewasaan bepikir dan suamipun memiliki tanggung jawab terhadap keluarga, bukankah pria dan wanita dalam kehidupan dunia ini memiliki perannya masing - masing ? jika kita tak mengerti hal semacam ini barangkali kita akan mudah terpengaruh oleh kenikmatan sementara yang malah merugikan kita lebih banyak di masa depan kita dan anak cucu kita...... Perlu dipikirkan kembali apa yang kita perbuat selama ini yang selalu membebek pada fashion, karenanya kita ditelanjangi secara perlahan, mereka memiliki kepentingan untuk itu ( yaitu mempromosikan barangnya ) dan kita dengan bangga menjadikan diri kita tumbal dari semua itu. Wanita harus berani bersuara, saatnya kini wanita memilih jalannya sendiri yang lurus tanpa harus pusing memikirkan mode.

Lalu bukan berarti wanita tak boleh tampil cantik, tapi kita harus memiliki prinsip, sebenarnya untuk siapa kecantikan ini akan kita persembahkan ?, jika untuk orang banyak kau akan rugi karena mereka akan menikmati sedangkan kau hanya menghabiskan berjuta - juta untuk kosmetik namun tak memperoleh apa - apa dari mereka, atau kau berharap disentuh oleh mereka !!? beda halnya jika kau tampil cantik hanya di depan suami, kau akan meraih cinta dan sayang yang lebih besar, bahkan sentuhan yang lebih manis darinya, bukankah ini " bisnis " yang menguntungkan ?

Catatan anak punk

Ketika pertama kali saya mengenal punk, tak lebih sebatas sebuah aliran music rock yang sangat saya gemari..tapi belakangan ini baru saya mengerti filosofi kehidupan anak punk.....awalnya saya tak mengerti cara berpikir mereka namun sekarang saya mengerti bahwa punk tak sekedar bicara selera musik, melainkan ideologi yang harus dipikirkan matang - matang.

Di satu sisi saya salut akan gaya hidup mereka yang berasaskan DIY ( do it your self ), itu membuat mereka dituntut untuk lebih kreatif dan mandiri, namun disatu sisi yang lain saya kecewa karena banyak mereka yang mengaku punk tak mengerti ideologi ini, sehingga punk tak lebih sekedar rambut skin head, mabuk, narkoba, dan musik, bahkan menjadi pengacau tatanan sosial.....
Saya menulis ini bukan berarti saya setuju pemikiran mereka, karena bagaimanapun punk tidak pernah menjamin sebuah kehidupan yang bahagia...karena saya yakin mereka yang telah memutus hubungannya dengan penduduk langit tak akan pernah merasakan kebahagiaan yang sejati.

Satu catatan saya bagi mereka yang memilih gaya hidup ini, kalian harus mulai bertanya.....mengapa gaya hidup ini hanya diminati oleh anak muda? barang kali punk hanya sekedar fatamorgana dan mimpi....karena pada saatnya nanti kita akan dipaksa untuk melihat realitas bahwa kehidupan tak hanya nongkrong, minum, dan main musik....kehidupan lebih berat dari yang dibayangkan..karena ia menuntut tanggung jawab....

Mungkin ada yang tertawa membaca ini, tapi satu kenyataan harus kita hadapi " jika memang benar surga dan neraka tidak pernah ada sebagaimana yang kalian yakini maka mereka yang telah berbuat baik tak akan pernah merasa rugi, tapi jika seandaianya surga dan neraka benar adanya lalu kemanakah kalian akan pergi ???"