Kamis, 18 Maret 2010

Revolusi sosial

Barangkali ada orang yang sudah muak dengan kata revolusi, termasuk saya, karena awalnya bagi saya revolusi tak lebih semacam mimpi....bukan jalan keluar yang baik...penuh kekerasan. Lihatlah apa yang telah di lakukan masyarakat kiri ( maaf terpaksa mengkotak - kotakan ), seperti mao, che, dan tokoh yang lain, hidup mereka selalu terkait pada kekerasan..hingga revolusi hanya satu episode kekesalan menuju kekesalan yang lain, seperti rantai yang tak diketahui ujung pangkalnya....

Tapi satu hal yang membuat saya kembali berpikir, jika sebuah gerakan hanya selalu mengikuti kehendak zaman, dan selalu berada pada titik aman...lalu kapan tejadi perubahan ?

Kemarin ketika berada di bus kota saya melihat pemandangan yang masih sama, pengamen, peminta, pemalak, preman bahkan kondektur wanita.....miris hati ini, ga' tega......seperti apakah kehidupan itu memaksa mereka untuk melakukan semua itu ? ekonomi...ya hanya satu ekonomi......!!!
Maka saya mulai berpikir untuk bisa tak sekedar menyantuni mereka dengan lembaran uang, tapi juga memberdayakan mereka menjadi masyarakat yang produktif....sepeti kisah Nabi yang memberikan kapak pada seorang peminta yang dengannya ia bisa mencari kayu bakar lalu menjualnya.....satu harapan yang insys Allah akan menjadi tujuan awal dakwah ini....
Islam bukan juga sebatas dogma tentang keadilan sosial melainkan kenyataan.....bukan hanya wacana melainkan pula aksi - aksi heroik yang mengiringinya....revolusi sosial bukan berarti pemberontakan namun ia merupakan satu aksi massal tentang pemberdayaan masyarakat miskin menuju keadilan sosial yang mensejahterakan.
Oleh sebab itu, kesadaran itu harus di mulai dari pribadi......kesadaran tentang kehidupan yang tak hanya milik pribadi, tapi ada orang - orang disamping kita yang membutuhkan kita....bukan sekedar uang melainkan KEPEDULIAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar