Jumat, 19 Maret 2010

Poligami; setuju bukan berarti mau

Poligami adalah salah satu tema yang sampai saat ini tak penah habis dibahas...ada banyak yang pro ada banyak pula yang kontra, bahkan sempat keluar pernyataan bahwa ayat al - qur'an tentang poligami segera dihapuskan....bagi mereka yang selalu curiga tentang kebenaran teks al - quran mungkin menganggap ini sangat tepat untuk dilakukan tapi bagi mereka yang selalu percaya bahwa Allah tak mungkin lupa, dan tidaklah bodoh sehingga harus di ajari mana yang baik dan mana yang benar ( na'udzu billahi min dzalik ) akan memiliki perspektif yang berbeda.
Tapi jangan pula sampai kebablasan untuk ngotot berpoligami bahkan menuduh istri yang tak mau dipoligami sebagai bid'ah, tak mengerti sunnah, atau bahkan tak mencintai Rasulullah, karena masalahnya tak seremeh itu.

Bagi saya legalitas poligami yang tercantum pada al qur'an adalah sebuah rahasia yang pasti ada hikmahnya, kita tak pernah tahu barangkali poligami akan menjadi solusi yang tepat bagi masalah sosial beberapa tahun kedepan..wallahu a'lam, intinya, jangan sampai ayat ini tidak di imani bahkan berusaha untuk dihapuskan.

Satu catatan lagi, poligami harus dilihat mashlahatnya dalam konteks keluarga dan budaya. Konteks keluarga yang saya maksud adalah bagaimana sang suami melihat poligami bukan hanya sebagai ajang pemuas birahi yang tak akan pernah kenyang, karena sesungguhnya disinilah letak sunnah nabi tersebut, sebab Poligami yang dijalani Nabi bukan untuk pemuas nafsu melainkan memiliki beragam alasan yang melatar belakanginya....kemudian konteks budaya, saya maksudkan adalah sang suami hendaknya melihat bahwa pembolehan menikahi 4 wanita dalam syri'at itu berkenaan dengan budaya arab kala itu yang memang poligami ( bahkan lebih dari 4 ) bukan suatu hal yang baru, dan al qur'an ingin menata masyarakat islami yang dipimpin Rasulullah tersebut agar hak - hak istri bisa di penuhi......bayangkan bagaimana nabi daud memiliki istri hampir 100 ( kalu tidak salah, belum terhitung budak beliau ). Oleh sebab itu kita tak boleh sinis, karena kita melihat fenomena ini dengan nilai yang baru....dan kita juga tak boleh serakah sebab segala sesuatu harus dipertanggung jawabkan dihadapan sang Penguasa.
Menikah adalah amanah, jika lalai bisa saja itu akan menyeret kita ke dalam neraka.
Bagi mereka yang berpoligami, hak - hak istri harus benar - benar dipenuhi jangan samapi timpang, sedangkan bagi mereka yang baru ingin berpoligami harus berpikir seribu kali untuk mengambil keputusan, apakah semua itu hanya akan memanjakan nafsu kita saja atau beroleh mashlahat yang lebih besar bagi keluarga......dan satu lagi, bagi mereka yang belum menikah jangan sampai bepikir untuk poligami karena itu hanya akan menjauhkan anda dari calon yang mungkin awalnya telah mantap, tapi karena anda berniat poligami mungkin ia akan berpikir bahwa anda adalah laki - laki tamak yang hanya mengejar nafsu dunia saja...wallahu a'lam bish showaab.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar