Beberapa bulan yang lalu, sebagian ulama di jawa timur mengeluarkan wacana mengejutkan tentang foto prewedding, ojek yang dilakukan wanita, dan tentang rebonding rambut....semua haram! lalu tiba - tiba saja semua berkomentar....dari artis, pejabat, ustadz kondang, hingga orang - orang di pasar dan sudah pada tentu hampir semua tidak terima fatwa itu....mengapa? apakah ulama sudah tidak dihargai lagi?
Tapi saya melihat lain...fatwa itu tak salah, hanya saja ia di keluarkan pada moment yang salah....
Maaf, saya bukan hakim, tapi apa yang terjadi menjadi begitu memprihatinkan ketika orang - orang semakin benci dengan ulama karena hal benar yang di tempatkan pada waktu yang salah. jika telah demikian kepada siapa lagi kita percayakan perihal agama kita ini? artis yang selalu mengumbar aurat? pejabat yang korupsi? atau pada dirimu yang mengaji saja tak pernah? jadi jangan berkomentar dulu.
Namun ada hal yang perlu di jelaskan, bahwa hal - hal semacam ini tak akan mungkin terjadi jika ulama terlebih dahulu memperhatikan kualitas aqidah dan tauhid muslimin indonesia, sudah benarkah konsep keagamaan mereka? saya yakin fatwa - fatwa itu tak akan berpengaruh pada orang - orang yang memiliki pemahaman yang benar.....kini masalahnya, kenapa tidak ada fatwa tentang wajibnya setiap sekolah untuk mengajarkan tauhid dan aqidah? karena saya masih ingat, ketika di sekolah dulu yang di ajarkan hanya seputar sholat, wudhu, haji, sabar, syukur dll....kapan sekolah mengajarkan konsep bala' wal bara', meskipun dengan sederhana...kapan akan di ajarkan tentang hal - hal yang membatalkan keislaman? yang mereka ( kita ) butuhkan adalah hal - hal pokok seperti itu. Jika ini telah ada dalam jiwa mereka ( kita ) maka saya yakin tak akan diperlukan fatwa lagi untuk mengharamkan semua itu, karena mereka telah mengetahui hakikat islam mereka.
Dan bagi kita.....sampai kapan kita hanya di sibukkan oleh dunia? padahal setiap hari kita tahu bahwa orang yang paling kaya, yang paling pintar, yang paling gagah, yang paling cantik, yang paling segalanya hanya membawa kain kafan di akhir hidupnya......lalu masihkah kita mengorbankan agama kita untuk sehelai kain kafan penutup jasad kita yang tak berdaya nanti? pikirkan!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar