Kata orang persamaan genre adalah modern, dan kata yang lain saatnya wanita lepas dari stereotype lama yang identik dengan dapur dan kamar......terserahlah mau bilang apa, tapi yang menjadi pemasalahan saat ini adalah bagaimana memandang pesamaan genre bukan hanya sekedar lepas dari " kungkungan " suami, tapi mampu juga menjadi semangat bagi wanita untuk lepas dari eksploitasi pria yang menjadikan wanita sebagai komoditi pasar yang laris. Prostitusi adalah contoh nyata tentang penjualan harga diri dan kehormatan, belum lagi iklan yang selalu ingin mengarahkan wanita menjadi " sesuatu " yang harus tampak kepermukaan dengan penampilan yang secantik - cantiknya, kemudian menampilkan sosok wanita yang putih, tinggi, cantik, dengan pakaian terbuka seakan itulah wanita yang di didamkan para pria. Semua itu dilakukan hanya supaya barang - barang kosmetik mereka laku terjual, tapi bukankah jika wanita keluar rumah dengan penampilan seperti itu berarti telah menjadikan dirinya komoditi gratis untuk dilihat ribuan pria yang dilewatinya?
Lagi - lagi ketika di ingatkan mereka beralasan bahwa ini adalah mode.....sampai kapan kita harus tunduk pada mode yang tak pernah jelas siapa yang berhak menentukannya ?
Sekali lagi, wanita dalam semangat genre bukan berarti harus berontak terhadap kuasa laki - laki, tapi lebih pada kebijakan dan pendewasaan diri dalam memahami hakikat diri....jika memang suatu saat sang istri dituntut untuk bekerja keluar rumah maka anda harus mengetahui konsekuensinya atau akibat yang akan ditimbulkan dalam keluarga, baik positif maupun negatif, sehingga wanita memiliki kedewasaan bepikir dan suamipun memiliki tanggung jawab terhadap keluarga, bukankah pria dan wanita dalam kehidupan dunia ini memiliki perannya masing - masing ? jika kita tak mengerti hal semacam ini barangkali kita akan mudah terpengaruh oleh kenikmatan sementara yang malah merugikan kita lebih banyak di masa depan kita dan anak cucu kita...... Perlu dipikirkan kembali apa yang kita perbuat selama ini yang selalu membebek pada fashion, karenanya kita ditelanjangi secara perlahan, mereka memiliki kepentingan untuk itu ( yaitu mempromosikan barangnya ) dan kita dengan bangga menjadikan diri kita tumbal dari semua itu. Wanita harus berani bersuara, saatnya kini wanita memilih jalannya sendiri yang lurus tanpa harus pusing memikirkan mode.
Lalu bukan berarti wanita tak boleh tampil cantik, tapi kita harus memiliki prinsip, sebenarnya untuk siapa kecantikan ini akan kita persembahkan ?, jika untuk orang banyak kau akan rugi karena mereka akan menikmati sedangkan kau hanya menghabiskan berjuta - juta untuk kosmetik namun tak memperoleh apa - apa dari mereka, atau kau berharap disentuh oleh mereka !!? beda halnya jika kau tampil cantik hanya di depan suami, kau akan meraih cinta dan sayang yang lebih besar, bahkan sentuhan yang lebih manis darinya, bukankah ini " bisnis " yang menguntungkan ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar