Sabtu, 20 Maret 2010

Ketika cinta saja tak cukup


Hari ini cinta memang sedang digemari, buktinya sudah berapa banyak buku tentang cinta yang menjadi best seller ? sudah berapa pula film cinta yang sukses di bioskop ? cinta memang dahsyat, tapi untuk yang terakhir ini kita haus hati - hati.
Cinta bisa saja membutakan mata lahir kita, dan apapun bisa terjadi karena cinta, tapi bagi saya dalam menjalani sebuah hubungan apapun cinta tidaklah cukup.
Mungkin tak salah jika ada yang menyalahkan cinta sebagai biang dari kematian seorang, atau mengatas namakan cinta untuk menghabisi nyawa seseorang.....oleh sebab itu cinta tidaklah cukup untuk menjalani sebuah hubungan.
Lalu apa yang haus menyertainya ?
Cinta agar tak buta membutuhkan cahaya. membutuhkan mata, dan cinta yang dahsyat harus memiliki bendungan agar tak meluap merusak ke asrian jiwa......cinta membutuhkan bimbingan, cinta membutuhkan aturan....tapi bukan aturan dari manusia...bukan !! yang saya maksudkan dengan aturan adalah al qur'an dan as sunnah.
Oleh sebab itu, bagi kalian yang tak memahami apa yang di inginkan Allah dan Rasul Nya, jangan gegabah menamakan suatu hubungan engan nama cinta....karena tak ada yang namanya cinta jika berakhir di neraka....na'udzu billah.

Tantangan internal untuk partai keadilan sejahtera

Kita telah disuguhkan pemandangan yang menakjubkan tentang eksistensi partai islam, khususnya apa yang telah dilakukan PKS kemarin.
PKS selama ini memang telah dikenal sebagai partai yang memiliki kader begitu royal dan militan, tak dapat dipungkiri lagi sebagai partai yang masih tergolong baru PKS menjadi partai yang selalu menjadi perhitungan partai - partai pendahulunya.
Namun harus menjadi catatan bagi kita bahwa di dalam sejarahnya partai islam biasanya akan mengalami disorientasi ditengah pergulatan politiknya, asas yang semula islam bisa saja berubah sesuai kepentingan politik saat itu. Satu hal, mengapa asas begitu penting untuk dibahas.....karena asas adalah pondasi yang membangun kualitas kadernya, jika pada asasnya saja sudah bermasalah, bagaimana dengan kerangka berpikir kadernya? kemana pemikirannya itu akan disandarkan ?
Melihat besarnya jamaah ini saya teringat kisah uhud dan hunain....semoga besarnya kualitas tidak kemudian menjadikan kita sombong dan melupakan niat awal kita sebagai jamaah amar ma'ruf nahi munkar......
Tunaikan amanah mu.......
Jangan hentikan langkahmu
....

Hidup yang membosankan atau bosan hidup ?

Ada saatnya kita meraskan hidup begitu positif, bertabur optimis....namun ada pula saat kita merasakan hidup adalah pesakitan tek nerujung, penuh dengan pesimistis...padahal tak penting seperti apa hidup dimata kita, karena yang terpenting adalah bagaimana kita menghadapinya.
Merugilah mereka yang menghadapi hidup ini dengan tangan di atas, menyerah pada apa yang menerpanya, menganggap bahwa ia tak memiliki apapun selain pasrah, padahal banyak manusia yang menghadapi hidup ini dengan senjata tepanggnul di tangannya...menghadapinya dengan penuh keberanian tak peduli berapa penganggu yang akan ia singkirkan, karena pasrah baginya berada pada fase lain dari perlawanan......mereka tahu kapan harus pasrah dan kapan harus berteriak lantang mengorbankan semangat perlawanan...maka matinya pun berbeda dengan mereka yang mati sebab putus asa..
Hidup adalah kenyataan yang bertabur ribuan rasa....jadi sebenarnya hidup tak pernah membosankan hanya kita saja yang terkadang bosan untuk hidup....jika perasaan ini muncul lebuh baik kita pejamkan mata sejenak lihat sudah berapa umur yang kita lewati sampai saat ini, renungkan kembali tujuan dan cita - cita.....barangkali kita merasakan bosan karena memang tak tahu mau kemana kita berjalan.

Karena hidup tak seperti yang dibayangkan 1


For my wife....Pertama, ketika ijab qabul terucapkan dalam heningnya lamunan manusia jantungku berdetak, " hari ini ku abdikan diriku untuk mengemban amanah berat yang harus ku pikul, yang akan harus ku bawa pada satu idealisme, satu mimpiku dulu yang pernah ku ucapkan, menjadikan keluarga ini sakinah mawaddah wa rahmah, berdiri diatas sunnah" hatiku berujar...... kemudian lidah ringan berucap janji, satu ikatan telah kita awali dengan bismillah.
Ingatkah kau, sayang....saat ku hadiahkan sebuah kamar kecil yang ku sewa untuk kehangatan malam - malam kita ? malam itu kita masih bisa tertawa meskipun kita tahu bahwa bekal yang ada di kantong kita saat itu hanya mampu untuk bertahan selama satu minggu saja....tapi indahnya malam itu membuat lapar kita sirna... shalat 2 rakaat sebagai satu langkah awal bahwa kita sekarang sedang mengarungi samudra kehidupan berdua.....
Keesokannya matahari terbit menyapa hari, tetes air wudhu subuh, serta lantunan kalam ilahi menggema dalam sanubari, namun satu hal dalam pikirku, " aku harus menjadi burung yang terbang menjemput rezki ilahi, meskipun ku tahu sayapku masih begitu lemah untuk menghadang terpaan angin ", dan akhirnya kau tersenyum, mencium tanganku dengan tulus seakan berkata " berjuanglah dalam letih dan basah peluhmu, aku akan menjaga dan menunggu sampai kau kembali kepelukanku " bisikan kata lembut itu menggetarkan relung hatiku....membangkitkan semangat dalam diri, akupun lalu beranjak, dengan lembaran - lembaran bukti keja kerasku di kampus dulu kuberharap ada yang menerimaku sebagai guru.....
Sehari tak ada hasil, namun api dapur alhamdulillah masih bisa mengepul....dengan telitinya kau atur bekal kita agar jangan sampai perut ini mengaduh karena kesakitannya.....disaat itu aku merenung pergi jauh ke masa lalu saat mimpi - mimpi tentang sebuah keluaga yang akan ku bina tertata rapi di benak, seakan tak akan ada yang mustahil, tapi saat ini ku bertanya tidakkah aku terlalu naif ? memaksamu menerima segala kelemahanku ini?
Dalam pelukanmu ku berkata " kita tak memiliki apa - apa untuk sebuah keluarga, akupun belum sempat membuatmu bahagia........" namun belum sempat ku berkata kau menyela, sekilas kulihat matamu yang berkaca - kaca memandang lalu bibirmu menyimpulkan senyum " biarlah semua apa adanya " katamu " tak ada yang kucari di dunia ini selain keridhoan tuhanku, jika seandainya Allah mentakdirkan aku mati kelaparan bersamamu ku yakin itu yang terbaik untukku dari tuhanku " tak tega aku mendengar kata itu, kugapai tubuhmu, kurangkul erat dan ku katakan padamu " sayang, tak akan pernah aku membiarkan dirimu mati sebab diriku, karena ku yakin Allah menepati janji Nya untuk kita, bahwa Dia yang akan mencukupi kita " dan malam itu air mata kita menetes dalam munajat panjang kekhusyuan, mengharap bantuannya dan mengharap cinta kita akan diridhoiNya............

Jumat, 19 Maret 2010

Poligami; setuju bukan berarti mau

Poligami adalah salah satu tema yang sampai saat ini tak penah habis dibahas...ada banyak yang pro ada banyak pula yang kontra, bahkan sempat keluar pernyataan bahwa ayat al - qur'an tentang poligami segera dihapuskan....bagi mereka yang selalu curiga tentang kebenaran teks al - quran mungkin menganggap ini sangat tepat untuk dilakukan tapi bagi mereka yang selalu percaya bahwa Allah tak mungkin lupa, dan tidaklah bodoh sehingga harus di ajari mana yang baik dan mana yang benar ( na'udzu billahi min dzalik ) akan memiliki perspektif yang berbeda.
Tapi jangan pula sampai kebablasan untuk ngotot berpoligami bahkan menuduh istri yang tak mau dipoligami sebagai bid'ah, tak mengerti sunnah, atau bahkan tak mencintai Rasulullah, karena masalahnya tak seremeh itu.

Bagi saya legalitas poligami yang tercantum pada al qur'an adalah sebuah rahasia yang pasti ada hikmahnya, kita tak pernah tahu barangkali poligami akan menjadi solusi yang tepat bagi masalah sosial beberapa tahun kedepan..wallahu a'lam, intinya, jangan sampai ayat ini tidak di imani bahkan berusaha untuk dihapuskan.

Satu catatan lagi, poligami harus dilihat mashlahatnya dalam konteks keluarga dan budaya. Konteks keluarga yang saya maksud adalah bagaimana sang suami melihat poligami bukan hanya sebagai ajang pemuas birahi yang tak akan pernah kenyang, karena sesungguhnya disinilah letak sunnah nabi tersebut, sebab Poligami yang dijalani Nabi bukan untuk pemuas nafsu melainkan memiliki beragam alasan yang melatar belakanginya....kemudian konteks budaya, saya maksudkan adalah sang suami hendaknya melihat bahwa pembolehan menikahi 4 wanita dalam syri'at itu berkenaan dengan budaya arab kala itu yang memang poligami ( bahkan lebih dari 4 ) bukan suatu hal yang baru, dan al qur'an ingin menata masyarakat islami yang dipimpin Rasulullah tersebut agar hak - hak istri bisa di penuhi......bayangkan bagaimana nabi daud memiliki istri hampir 100 ( kalu tidak salah, belum terhitung budak beliau ). Oleh sebab itu kita tak boleh sinis, karena kita melihat fenomena ini dengan nilai yang baru....dan kita juga tak boleh serakah sebab segala sesuatu harus dipertanggung jawabkan dihadapan sang Penguasa.
Menikah adalah amanah, jika lalai bisa saja itu akan menyeret kita ke dalam neraka.
Bagi mereka yang berpoligami, hak - hak istri harus benar - benar dipenuhi jangan samapi timpang, sedangkan bagi mereka yang baru ingin berpoligami harus berpikir seribu kali untuk mengambil keputusan, apakah semua itu hanya akan memanjakan nafsu kita saja atau beroleh mashlahat yang lebih besar bagi keluarga......dan satu lagi, bagi mereka yang belum menikah jangan sampai bepikir untuk poligami karena itu hanya akan menjauhkan anda dari calon yang mungkin awalnya telah mantap, tapi karena anda berniat poligami mungkin ia akan berpikir bahwa anda adalah laki - laki tamak yang hanya mengejar nafsu dunia saja...wallahu a'lam bish showaab.....

Kamis, 18 Maret 2010

Masalah persamaan genre

Kata orang persamaan genre adalah modern, dan kata yang lain saatnya wanita lepas dari stereotype lama yang identik dengan dapur dan kamar......terserahlah mau bilang apa, tapi yang menjadi pemasalahan saat ini adalah bagaimana memandang pesamaan genre bukan hanya sekedar lepas dari " kungkungan " suami, tapi mampu juga menjadi semangat bagi wanita untuk lepas dari eksploitasi pria yang menjadikan wanita sebagai komoditi pasar yang laris.

Prostitusi adalah contoh nyata tentang penjualan harga diri dan kehormatan, belum lagi iklan yang selalu ingin mengarahkan wanita menjadi " sesuatu " yang harus tampak kepermukaan dengan penampilan yang secantik - cantiknya, kemudian menampilkan sosok wanita yang putih, tinggi, cantik, dengan pakaian terbuka seakan itulah wanita yang di didamkan para pria. Semua itu dilakukan hanya supaya barang - barang kosmetik mereka laku terjual, tapi bukankah jika wanita keluar rumah dengan penampilan seperti itu berarti telah menjadikan dirinya komoditi gratis untuk dilihat ribuan pria yang dilewatinya?

Lagi - lagi ketika di ingatkan mereka beralasan bahwa ini adalah mode.....sampai kapan kita harus tunduk pada mode yang tak pernah jelas siapa yang berhak menentukannya ?

Sekali lagi, wanita dalam semangat genre bukan berarti harus berontak terhadap kuasa laki - laki, tapi lebih pada kebijakan dan pendewasaan diri dalam memahami hakikat diri....jika memang suatu saat sang istri dituntut untuk bekerja keluar rumah maka anda harus mengetahui konsekuensinya atau akibat yang akan ditimbulkan dalam keluarga, baik positif maupun negatif, sehingga wanita memiliki kedewasaan bepikir dan suamipun memiliki tanggung jawab terhadap keluarga, bukankah pria dan wanita dalam kehidupan dunia ini memiliki perannya masing - masing ? jika kita tak mengerti hal semacam ini barangkali kita akan mudah terpengaruh oleh kenikmatan sementara yang malah merugikan kita lebih banyak di masa depan kita dan anak cucu kita...... Perlu dipikirkan kembali apa yang kita perbuat selama ini yang selalu membebek pada fashion, karenanya kita ditelanjangi secara perlahan, mereka memiliki kepentingan untuk itu ( yaitu mempromosikan barangnya ) dan kita dengan bangga menjadikan diri kita tumbal dari semua itu. Wanita harus berani bersuara, saatnya kini wanita memilih jalannya sendiri yang lurus tanpa harus pusing memikirkan mode.

Lalu bukan berarti wanita tak boleh tampil cantik, tapi kita harus memiliki prinsip, sebenarnya untuk siapa kecantikan ini akan kita persembahkan ?, jika untuk orang banyak kau akan rugi karena mereka akan menikmati sedangkan kau hanya menghabiskan berjuta - juta untuk kosmetik namun tak memperoleh apa - apa dari mereka, atau kau berharap disentuh oleh mereka !!? beda halnya jika kau tampil cantik hanya di depan suami, kau akan meraih cinta dan sayang yang lebih besar, bahkan sentuhan yang lebih manis darinya, bukankah ini " bisnis " yang menguntungkan ?

Catatan anak punk

Ketika pertama kali saya mengenal punk, tak lebih sebatas sebuah aliran music rock yang sangat saya gemari..tapi belakangan ini baru saya mengerti filosofi kehidupan anak punk.....awalnya saya tak mengerti cara berpikir mereka namun sekarang saya mengerti bahwa punk tak sekedar bicara selera musik, melainkan ideologi yang harus dipikirkan matang - matang.

Di satu sisi saya salut akan gaya hidup mereka yang berasaskan DIY ( do it your self ), itu membuat mereka dituntut untuk lebih kreatif dan mandiri, namun disatu sisi yang lain saya kecewa karena banyak mereka yang mengaku punk tak mengerti ideologi ini, sehingga punk tak lebih sekedar rambut skin head, mabuk, narkoba, dan musik, bahkan menjadi pengacau tatanan sosial.....
Saya menulis ini bukan berarti saya setuju pemikiran mereka, karena bagaimanapun punk tidak pernah menjamin sebuah kehidupan yang bahagia...karena saya yakin mereka yang telah memutus hubungannya dengan penduduk langit tak akan pernah merasakan kebahagiaan yang sejati.

Satu catatan saya bagi mereka yang memilih gaya hidup ini, kalian harus mulai bertanya.....mengapa gaya hidup ini hanya diminati oleh anak muda? barang kali punk hanya sekedar fatamorgana dan mimpi....karena pada saatnya nanti kita akan dipaksa untuk melihat realitas bahwa kehidupan tak hanya nongkrong, minum, dan main musik....kehidupan lebih berat dari yang dibayangkan..karena ia menuntut tanggung jawab....

Mungkin ada yang tertawa membaca ini, tapi satu kenyataan harus kita hadapi " jika memang benar surga dan neraka tidak pernah ada sebagaimana yang kalian yakini maka mereka yang telah berbuat baik tak akan pernah merasa rugi, tapi jika seandaianya surga dan neraka benar adanya lalu kemanakah kalian akan pergi ???"

Revolusi sosial

Barangkali ada orang yang sudah muak dengan kata revolusi, termasuk saya, karena awalnya bagi saya revolusi tak lebih semacam mimpi....bukan jalan keluar yang baik...penuh kekerasan. Lihatlah apa yang telah di lakukan masyarakat kiri ( maaf terpaksa mengkotak - kotakan ), seperti mao, che, dan tokoh yang lain, hidup mereka selalu terkait pada kekerasan..hingga revolusi hanya satu episode kekesalan menuju kekesalan yang lain, seperti rantai yang tak diketahui ujung pangkalnya....

Tapi satu hal yang membuat saya kembali berpikir, jika sebuah gerakan hanya selalu mengikuti kehendak zaman, dan selalu berada pada titik aman...lalu kapan tejadi perubahan ?

Kemarin ketika berada di bus kota saya melihat pemandangan yang masih sama, pengamen, peminta, pemalak, preman bahkan kondektur wanita.....miris hati ini, ga' tega......seperti apakah kehidupan itu memaksa mereka untuk melakukan semua itu ? ekonomi...ya hanya satu ekonomi......!!!
Maka saya mulai berpikir untuk bisa tak sekedar menyantuni mereka dengan lembaran uang, tapi juga memberdayakan mereka menjadi masyarakat yang produktif....sepeti kisah Nabi yang memberikan kapak pada seorang peminta yang dengannya ia bisa mencari kayu bakar lalu menjualnya.....satu harapan yang insys Allah akan menjadi tujuan awal dakwah ini....
Islam bukan juga sebatas dogma tentang keadilan sosial melainkan kenyataan.....bukan hanya wacana melainkan pula aksi - aksi heroik yang mengiringinya....revolusi sosial bukan berarti pemberontakan namun ia merupakan satu aksi massal tentang pemberdayaan masyarakat miskin menuju keadilan sosial yang mensejahterakan.
Oleh sebab itu, kesadaran itu harus di mulai dari pribadi......kesadaran tentang kehidupan yang tak hanya milik pribadi, tapi ada orang - orang disamping kita yang membutuhkan kita....bukan sekedar uang melainkan KEPEDULIAN.

Fatwa:" rokok haram, bertauhid wajib"

Kontroversi kembali bergulir, kini kalangan Muhammadiyah yang menyulutnya....bahwa rokok adalah haram hukumnya. Disini saya tidak bermaksud menilai hasil ijtihad ini, tapi hanya menanggapi barangkali ada titik terang di dalam kemelut ini.
Ketika fatwa ini di gulirkan yang pertama kali saya pikirkan adalah ribuan masyarakat yanng bekerja di pabrik rokok ( termasuk bapak saya ). Apakah mereka akan selalu menerima penghasilan dari pekerjaan yang di larang ? bukankah itu berarti penghasilan merekapun dipertanyakan? salah satu konsekuensi dari sebuah fatwa tidak hanya sami'na wa atho'na, melainkan diharapkan dari fatwa tersebut menghasilkan mashlahat yang lebih besar di banding mudharat yang akan di terima, oleh sebab itu seharusnya fatwa ini bisa langsung memberikan solusi alternatif bagi mereka yang menggantungkan hidupnya dari produksi rokok, jangan sebatas wacana yang hanya memperburuk keadaan......
Tapi ada satu hal lagi yang harus di ingat, saya telah membahasnya pada tulisan sebelumnya, bahwa ulama saat ini jangan terlalu di sibukkan dengan fatwa - fatwa furu'iyah yang hanya akan menimbulkan kontoversi dan perpecahan dikalangan umat, harus ada yang berani menyentuh sisi ushul ( Inti ) dari agama ini, yaitu semangat bertauhid. Apakah ulama tidak memiliki wewenang dalam intervensi terhadap kurikulum sekolah, agar pelajaran tauhid secara mendetail di ajarkan paling tidak pada tingkat SMA.
Tauhid lebih penting ketimbang fatwa rokok, orang yang memiliki gambaran yang jelas akan agama ini tak akan pernah rela memakai barang yang sudah jelas kumudharatannya.....
Oleh sebab itu saya sering kecewa dengan fatwa ulama yang sering hanya menyinggung masalah kecil tanpa mencari akar dai semua kebobrokan ini, yaitu menjauhnya umat dari sumber agama ini, Alquran dan sunnah.

Minggu, 14 Maret 2010

Wanita; inilah kehormatanmu !!!


Mungkin banyak yang akan sinis dengan tulisan ini, khususnya wanita...maaf, tapi ini memang keluar dari relung hati seorang yang lemah seperti saya, yang tak akan pernah bisa lepas dari godaan wanita.....karena saya bukan sebaik Nabi atau orang suci, karena saya adalah orang biasa, maka bantulah saya..!
Suatu hari, di hari pertama saya mengisi private di daerah sunter, jakarta utara...saya mendapati hal yang mengerikan ( saya memang biasa pulang malam, sekitar jam 9an ) saya melihat begitu banyak wanita yang menjajakan tubuhnya....tapi maaf saya tak mampu gambarkan....haram :) mulailah pikiran saya bedialog....pertanyaan pertama terlontar, " siapa yang patut disalahkan ?".semua bisa saja disalahkan, dari keluarga sampai sistem negara....tapi sejatinya yang patut untuk di salahkan adalah kita semua yang tak mengerti arti kehormatan dalam bingkai keimanan.
Satu logika mulai saya ingat....wanita adalah perhiasan terindah, yang hanya bisa digunakan pemiliknya....harus disimpan dalam lemari baja kalau perlu agar kita tak ingin kecolongan. tapi sayang logika ini tak mempan pada mereka yang sudah kepepet lapar......maka terjadilah..
Oleh sebab itulah kehormatan harus dibingkai keimanan.....apa kau kira kehormatan hanya masalah perawan atau tak perawan saja? apa kau kira ketika kau bergaul dengan lelaki mana saja dan memegang dirimu meskipun dalam batas - batas yang kau anggap wajar adalah kehormatan...? kau telah terjebak dalam bias kata yang tak bisa dipertanggung jawabkan....siapa yang berhak memutuskan batas - batas kewajaran ? barat ? timur? tidak seorangpun!!!
Memang itu lebih baik dari yang sama sekali tak tahu harga diri.....tapi sampai kapan kau hanya menjadi orang biasa - biasa saja? jadilah yang luar biasa.......!!!!
Akan saya kutip satu ayat - ayat cinta dari Tuhan kita semua...Allah SWT sebagai pengingat dan batas - batas yang bisa dipertanggung jawabkan, silahkan buka mushaf mu pada surat an nur, yaitu surat ke24 pada ayat 31, camkanlah firmanNya : " Dan katakanlah pada perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya,dan janganlah menampakkan perhiasannya ( aurat ) kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menurupkan kain kerudung ke dadanya........". dan setelahnya adalah tentang siapa saja yang boleh melihat yang biasa terlihat......bacalah.. jangan al qur'an ini dijadikan pajangan, apalagi jimat penangkal balak.....!!!
Kawanku, kaum hawa........saatnya berbenah, inilah kehormatan kita bersama,...jangan biarkan tubuhmu hanya di hargai beberapa ratus ribu yang akhirnya membawamu pada nyala api yang abadi....!!! apalagi jika tubuhmu kau gratiskan pada semua lelaki...dan satu hal lagi, ini bukan hanya untuk yang belum menikah, bahkan peringatn ini akan lebih keras lagi bagi mereka yang telah memiliki pendamping !!!. Bantulah pria - pria seperti saya ini yang tak bisa menahan godaan wanita dengan menjaga apa yang Allah SWT perintahkan untuk menjaganya. Semoga dengan itu kebaikan akan selalu bersamamu.....

Peradaban cinta

Terus terang, untuk cinta...saya terilhami banyak oleh pencipta lagu seperti piyu padi, ahmad dani, atau lirik - lirik lagu dari scorpion, marjinal ( cinta pembodohan ), atau penyair seperti kahlil gibran ( dan ia juga yang mengilhami nama saya ini )...tapi bukan berarti saya menyetujui semua apa yang mereka katakan tentang cinta...mungkin karena saya lebih percaya pada realita yang telah di contohkan Nabi besar kita......
Bagaimanapun buruknya masa lalu kita tentang cinta, kita tak boleh terlalu terbawa oleh fatamorgana syair cinta tanpa makna....yang biasanya keluar dari mulut gombal pria...( kecuali saya,hehe ),tapi maaf, ini bukan khusus wanita siapapun boleh baca...saya ingin mengatakan,...cinta terlalu kompleks untuk dijelaskan...ia bukan sebatas kata, dan cinta tak hanya diam,kata padi..karena cinta bukan hanya ada di balik kolor, kata marjinal. Sungguh cinta itu adalah perbuatan terus menerus untuk sebuah kedamaian dan kasih sayang. saya ingat dialog dalam sebuah film yang berjudul originaly sin, seorang pria yang terlalu cinta pada seorang wanita yang salah,ups...ini bukan sinopsis film......pria itu di tanya, apakah ia memang mencintai atau sekedar nafsu saja...kemudian pria itu balik bertanya, apakah ada perbedaan antara cinta dan nafsu ? jawabannya......mencintai berarti memberikan sebanyak - banyaknya, sedangkan nafsu engkau mengambil segalanya...nah, sudah tergambar apakah cinta?belum ?
oke.....
Mari kita lihat realita...apa arti making love ? apa arti bercinta ? tak bisa dipungkiri itu semua menuju pada aktivitas apa yang ada di balik kolor...agar tidak ngolor ngidul, mari kita lihat niat kita yang memiliki cinta.....untuk apa kau mencintai seseorang?
sebuah peradaban cinta yang indah tak mungkin dipenuhi oleh istilah - istilah sepeti ini, lihatlah peradaban yang dibangun Nabi 14 abad yang lalu di jazirah arab....ia memaafkan musuh - musuhnya, ia jenguk orang yang biasa meludahinya, dan ia bebaskan seluruh kafir quraisy yang dulu menyiksa beliau dan para sahabat....pada fathu mekkah terkandung simbol cinta yang dalam bagi kemanusiaan....ternyata sebuah peradaban cinta bukan dibangun di atas konsep yang tak jelas...dimana wanita selalu di eksploitasi, selalu di injak kehormatan dirinya...bahkan " mereka" telah berhasil mempengaruhi wanita bahwa kehormatannya hanyalah pada apa yang ada di "dada" dan selangkangan paha. ( untuk masalah ini saya akan tuliskan dalam judul yang bebeda insya Allah )
Oke kawan....kita tidak sedang mendirikan republik cinta ala ahmad dhani, tapi kita sedang mendirikan peradaban cinta yang mendunia.....harus ada kesadaran tinggi, jangan terlalu minder karena kita memiliki masa lalu yang suram, kita harus perbaiki, karena kita adalah arsitek cinta untuk dunia.....marilah mulai mencintai tanpa syarat,..memberikan kebaikan sebanyak - banyaknya bagi dunia...khoirun nas anfa'uhum linnas...sebaik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia....selamat mencinta.

Sebuah catatan

Beberapa bulan yang lalu, sebagian ulama di jawa timur mengeluarkan wacana mengejutkan tentang foto prewedding, ojek yang dilakukan wanita, dan tentang rebonding rambut....semua haram! lalu tiba - tiba saja semua berkomentar....dari artis, pejabat, ustadz kondang, hingga orang - orang di pasar dan sudah pada tentu hampir semua tidak terima fatwa itu....mengapa? apakah ulama sudah tidak dihargai lagi?
Tapi saya melihat lain...fatwa itu tak salah, hanya saja ia di keluarkan pada moment yang salah....
Maaf, saya bukan hakim, tapi apa yang terjadi menjadi begitu memprihatinkan ketika orang - orang semakin benci dengan ulama karena hal benar yang di tempatkan pada waktu yang salah. jika telah demikian kepada siapa lagi kita percayakan perihal agama kita ini? artis yang selalu mengumbar aurat? pejabat yang korupsi? atau pada dirimu yang mengaji saja tak pernah? jadi jangan berkomentar dulu.
Namun ada hal yang perlu di jelaskan, bahwa hal - hal semacam ini tak akan mungkin terjadi jika ulama terlebih dahulu memperhatikan kualitas aqidah dan tauhid muslimin indonesia, sudah benarkah konsep keagamaan mereka? saya yakin fatwa - fatwa itu tak akan berpengaruh pada orang - orang yang memiliki pemahaman yang benar.....kini masalahnya, kenapa tidak ada fatwa tentang wajibnya setiap sekolah untuk mengajarkan tauhid dan aqidah? karena saya masih ingat, ketika di sekolah dulu yang di ajarkan hanya seputar sholat, wudhu, haji, sabar, syukur dll....kapan sekolah mengajarkan konsep bala' wal bara', meskipun dengan sederhana...kapan akan di ajarkan tentang hal - hal yang membatalkan keislaman? yang mereka ( kita ) butuhkan adalah hal - hal pokok seperti itu. Jika ini telah ada dalam jiwa mereka ( kita ) maka saya yakin tak akan diperlukan fatwa lagi untuk mengharamkan semua itu, karena mereka telah mengetahui hakikat islam mereka.
Dan bagi kita.....sampai kapan kita hanya di sibukkan oleh dunia? padahal setiap hari kita tahu bahwa orang yang paling kaya, yang paling pintar, yang paling gagah, yang paling cantik, yang paling segalanya hanya membawa kain kafan di akhir hidupnya......lalu masihkah kita mengorbankan agama kita untuk sehelai kain kafan penutup jasad kita yang tak berdaya nanti? pikirkan!

Semua telah terjadi, namun masih ada yang menanti

seorang ibu mengeluh karena hutangnya begitu banyak, menumpuk hingga ia tak tahu kapan ia bisa mengakhiri galian hutangnya tersebut, bahkan kini ia mulai berpikir praktis, yaitu mengakhiri hidupnya dengan gantung diri......tapi cerita belum sampai disitu.Setelah sang ibu menyiapkan tali dan mengaitkannya pada satu sisi atap rumahnya, dan sebelum ia mengikatkan tali tersebut pada lehernya ia pun melihat kembali ke bawah, pada ranjang tua yang telah menjadi saksi hidupnya selama ini, terbaring seorang bayi berumur belasan bulan.....ia menatapnya dengan harap bahwa ada satu kata yang mampu membuatnya melepaskan ikatan dilehernya tesebut, harapan.
Memang segalanya telah terjadi, hutang telah diterima sebagai beban, dan akan tetap akan menjadi beban sebelum di lunasi, tapi putus asa lain hal, berhenti ketika keadaan sepeti ini merupakan kematian yang paling menyakitkan.....kita harus ingat masa lalu memang telah lewat namun di depan ada rahasia yang menunggu, yang bekeja di luar logika atau matematika....ia bisa merubah hitam menjadi putih, baik menjadi buruk, dan merubah manusia menjadi abu apapun akan berubah..ya, selama bumi ini berputar, selama jantung ini berdetak tak akan ada yang abadi, ingat...tak akan ada yang abadi.
Biarlah "jari - jari" ajaib yang tak kasat mata bekerja sesuai kehendaknya, kita hanya menjalankan sebaik yang kita bisa....karena dari awal kita memang tidak pernah menginginkan untuk dilahirkan, jadi wajar segala apa yang terjadi di dunia ini tak selamanya berjalan sesuai dengan apa yang kita kehendaki....
Nah, kini kita telah sadari bahwa kita tidaklah sendiri...ada sesuatu di balik kita yang tak mampu kita lihat....kita juga telah mengerti hidup tak melulu air mata seperti di sinetron, tak pula selalu tertawa...sebuah keseimbangan yang butuh kebijaksanaan dari kita agar mampu menikmati hidup ini dengan tenang,....

satu hari; lahirnya jiwa

Dalam banyak hal kita memiliki idealisme tentang sesuatu, tapi idealisme itu akan terkikis sebab waktu dan lingkungan yang tak memihak.....idealisme itu, jika tak beruntung, akan hanya menjadi mimpi yang berada dalam belenggu masa lalu, kita hanya bisa mengiba, mengeluh, atas hal apakah kita lemah di hadapan dunia sehingga membunuh jiwa kita yang sebenarnya kuat.....untuk itu kita harus melakukan pesetubuhan dengan alam..tafakur..kontemplasi...atau apapun namanya..hingga jiwa yang baru terlahir dengan semangat yang akan mengubah atom - atom yang ada dalam diri kita, lebih - lebih dapat dirasakan oleh manusia disekitar kita.


Untuk sebuah kelahiran membutuhkan 9bulan dalam kandungan...namun hanya satu hari, satu moment untuk melahirkannya....begitu pula jiwa kita..dan saat inilah kelahiran itu tanpa harus kita tunda.