Sabtu, 20 Maret 2010

Karena hidup tak seperti yang dibayangkan 1


For my wife....Pertama, ketika ijab qabul terucapkan dalam heningnya lamunan manusia jantungku berdetak, " hari ini ku abdikan diriku untuk mengemban amanah berat yang harus ku pikul, yang akan harus ku bawa pada satu idealisme, satu mimpiku dulu yang pernah ku ucapkan, menjadikan keluarga ini sakinah mawaddah wa rahmah, berdiri diatas sunnah" hatiku berujar...... kemudian lidah ringan berucap janji, satu ikatan telah kita awali dengan bismillah.
Ingatkah kau, sayang....saat ku hadiahkan sebuah kamar kecil yang ku sewa untuk kehangatan malam - malam kita ? malam itu kita masih bisa tertawa meskipun kita tahu bahwa bekal yang ada di kantong kita saat itu hanya mampu untuk bertahan selama satu minggu saja....tapi indahnya malam itu membuat lapar kita sirna... shalat 2 rakaat sebagai satu langkah awal bahwa kita sekarang sedang mengarungi samudra kehidupan berdua.....
Keesokannya matahari terbit menyapa hari, tetes air wudhu subuh, serta lantunan kalam ilahi menggema dalam sanubari, namun satu hal dalam pikirku, " aku harus menjadi burung yang terbang menjemput rezki ilahi, meskipun ku tahu sayapku masih begitu lemah untuk menghadang terpaan angin ", dan akhirnya kau tersenyum, mencium tanganku dengan tulus seakan berkata " berjuanglah dalam letih dan basah peluhmu, aku akan menjaga dan menunggu sampai kau kembali kepelukanku " bisikan kata lembut itu menggetarkan relung hatiku....membangkitkan semangat dalam diri, akupun lalu beranjak, dengan lembaran - lembaran bukti keja kerasku di kampus dulu kuberharap ada yang menerimaku sebagai guru.....
Sehari tak ada hasil, namun api dapur alhamdulillah masih bisa mengepul....dengan telitinya kau atur bekal kita agar jangan sampai perut ini mengaduh karena kesakitannya.....disaat itu aku merenung pergi jauh ke masa lalu saat mimpi - mimpi tentang sebuah keluaga yang akan ku bina tertata rapi di benak, seakan tak akan ada yang mustahil, tapi saat ini ku bertanya tidakkah aku terlalu naif ? memaksamu menerima segala kelemahanku ini?
Dalam pelukanmu ku berkata " kita tak memiliki apa - apa untuk sebuah keluarga, akupun belum sempat membuatmu bahagia........" namun belum sempat ku berkata kau menyela, sekilas kulihat matamu yang berkaca - kaca memandang lalu bibirmu menyimpulkan senyum " biarlah semua apa adanya " katamu " tak ada yang kucari di dunia ini selain keridhoan tuhanku, jika seandainya Allah mentakdirkan aku mati kelaparan bersamamu ku yakin itu yang terbaik untukku dari tuhanku " tak tega aku mendengar kata itu, kugapai tubuhmu, kurangkul erat dan ku katakan padamu " sayang, tak akan pernah aku membiarkan dirimu mati sebab diriku, karena ku yakin Allah menepati janji Nya untuk kita, bahwa Dia yang akan mencukupi kita " dan malam itu air mata kita menetes dalam munajat panjang kekhusyuan, mengharap bantuannya dan mengharap cinta kita akan diridhoiNya............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar